Postingan

Menampilkan postingan dengan label Outlook

Ir. Antonius Suhandoyo: Sosmed Memicu kebangkitan Pengusaha Muda di Jepara

Gambar
Sebagai salah satu sentra industri mebel dan kerajinan, kabupaten Jepara menjadi barometer dalam industri ini. Di kabupaten ini, terkonsentrasi ribuan pelaku industri mulai dari pengrajin perorangan hingga industri berskala besar. “Industri furnitur memiliki keunikan tersendiri,” kata Ir. Antonius Suhandoyo, Ketua Komda HIMKI Jepara yang juga Owner PT Karya Anugerah Gemilang. “W alaupun teknologi yang diaplikasikan pada industrinya tergolong advance, namun kinerja pemilik untuk tetap menyentuh produksi baik mulai pemilihan bahan sampai pada hasil akhir produksi akan memunculkan ‘signature’ yang khas dari pengusaha itu sendiri ”, lanjutnya. Ikuti perbincangannya dengan Redaksi WoodNews Indonesia dalam melihat peluang dan tantangan industri furnitur dan kerajinan di Jepara di tahun depan; serta apa yang bisa dilakukan asosiasi untuk memajukannya di tengah ancaman kebangkrutan. WoodNewsId: Secara umum, b agaimana kinerja industri mebel dan pencapain kerajinan d i Jepara Ray a dalam r...

Cepi Cahyana, PT APP Timber: Kenaikan Moderat setelah Meroket di tahun lalu

Gambar
Pengantar Redaksi: Ini merupakan seri ketiga dari rangkaian Outlook 2025. Tidak banyak bisnis yang mengalami peningkatan dalam penjualan dalam setahun terakhir. Hal terbalik justru dialami PT APPTimber yang berlokasi di Kendxal, Jawa Tengah. “Bisnis kami meningkat lebih dari 50% dibandingkan peride Januari – September 2023,” Jelas Sales Manager Indonesia Cepi Cahyana. Lah kok bisa? “Permintaan kayu pinus untuk Gesso Moulding meningkat. Salah satu pembeli kami membutuhkan material pinus sekitar 20.000 cbm perbulan,” tambahnya. Ikuti kutipan wawancaranya dengan Redaksi WoodNews Indonesia di bawah ini. WoodNewsId: Untuk periode September 2023 - September 2024, bagaimana kinerja penjualan perusahaan? Cepi Cahyana: Jika kita berbicara secara keseluruhan bisnis sebenarnya kita berada dalam situasi geopolitik yang tidak dapat diprediksi karena Perang Ukraina, Perang Timur Tengah, keterbatasan kapal, kenaikan biaya pengiriman, pasar Amerika Serikat dan Eropa yang stagnan. Namun di APP se...

Ketum HIMKI Abdul Sobur: Pertumbuhan diprediksi antara 7 – 10 Persen

Gambar
Pengantar Redaksi: Ini merupakan seri kedua dari rangkaian artikel Outlook.  Target ekspor USD5 Milyar tak tercapai di akhir tenggat waktunya. Ketua Umum HIMKI Abdul Sobur mengungkapkan banyak faktor yang mempengaruhi kegagalan pencapaian itu baik eksternal maupun internal. Indonesia hanya mampu membukukan pencapaian ekspor USD2,5 Milyar, dan luar biasanya tercapai saat pandemi Covid-19 melanda dunia. Dengan kondisi yang ada, lantas bagaimana nasib dan arah pengembangan industri mebel dan kerajinan Indonesia di tahun 2025. Simak kutipan wawancaranya dengan Redaksi WoodNews Indonesia di bawah ini. WoodNewsId: Target ekspor USD5 Milyar untuk mebel dan kerajinan tidak tercapai hingga akhir tenggat waktu. Bisakah diuraikan faktor dominan apa saja yang menyebabkan kegagalannya? Abdul Sobur: Ada b eberapa faktor yang menghambat pencapaian target ekspor mebel dan kerajinan tersebut, yaitu eksternal dan internal. Untuk Faktor eksternal, pertama adalah situasi ketidakstabilan geopolitik...

Ulrich Scheuber-Haberlein: Berharap Situasi lebih Stabil

Gambar
Pengantar dari Redaksi. Ini merupakan rangkaian pertama dari serial Outlook 2025. Ikuti terus paparan dari berbagai sumber dalam WoodNews Indonesia. Selamat membaca “Bisnis Haberlein sudah lama mengglobal. Kami tidak hanya ada di Indonesia tapi juga di Vietnam, China, Amerika Serikat bahkan hingga Timur Tengah. Selain pasar ekspor kami juga memiliki pasar di dalam negeri Jerman sendiri yang cukup besar. Dengan sedemikian banyak pasar maka jika terjadi pelambatan di satu satunya maka akan diimbangi dengan pertumbuhan di pasar lainnya. Inilah salah satu keuntungan bermain banyak pasar. Terus terang untuk tahun ini, situasinya tidak lah terlalu menggembirakan kami. Kami berharap situasi tahun depan bisa lebih stabil”. “Jika anda menanyakan soal pasar domestik Jerman, sebenarnya saya melihat ada permasalahan kecil saat ini. Bisnis konstruksi benar-benar melambat. Itu membuat saya tidak yakin jika bisnis kayu lantai dan bisnis yang menunjang bisnis konstruksi akan bisa kembali ketitik nor...

Rupert Oliver: EUDR Diskriminatif dan Menyasar Kayu Tropis

Gambar
Rupert Oliver, Director Forest Industries Intelligence Ltd., dan Director Sustainable Wood Ltd.,  dalam presentasinya pada Konvensi American Hardwood Export Council (AHEC) ke 26 di Chengdu, China, membahas kebijakan lingkungan hidup yang berdampak pada hukum internasional. Ia mengungkapkan mengenai pembentukan organisasi baru Sustainable Hardwood Coalition yang merupakan respon atas diundangkannya regulasi deforestation-free oleh Uni Eropa baru-baru ini. Sekalipun regulasi ini baru akan ditegakan pada Desember 2024, namun harus dipandang sebagai bentuk hambatan baru dalam bisnis dan industri kayu internasional. Ini sejalan dengan Executive Director AHEC Michael Snow yang melihat regulasi Uni Eropa ini sebagai bentuk baru dari sertifikat ekspor ke dan dari kawasan itu. Oliver menyebutkan bahwa saat ini masyarakat berada dalam lingkungan yang berubah cepat dan kian rumit terutama dalam kebijakan kehutanan internasional. Ini berpotensi menimbulkan kesulitan. Regulasi itu menggolongkan...

Thibaud Le Moign: Wait and See!

Gambar
Export Development Manager French Timber Thibaud Le Moign menyebutkan pihaknya masih akan wait and see akan perkembangan di tahun depan. Baginya, ia sudah mengalami pasang surut yang amat fluktuatif dalam berapa tahun terakhir sehingga tidak lagi berharap besar akan adanya kejutan-kejutan yang amat tajam. Ia hanya berharap akan ada peningkatan setelah penurunan. “Tidak semua pasar dalam posisi selevel karenanya tidak semuanya mengalami slow down secara bersamaan,” ujarnya saat diwawancarai. Ikuti perbincangannya dalam seri kedua Outlook kali ini. “Terlalu banyak concern terhadap situasi pasar pada saat ini. Tidak ada yang benar-benar tahu apa yang bisa diharapkan saat ini dan ke depannya. Pasar mengalami pelonjakan yang sangat tinggi dalam berapa tahun terakhir, namun kini d ihadapkan dengan penurunan yang signifikan. Fluktuasi tajam merupakan kejutan yang drastis. Dengan kondisi yang sudah terjadi, tidak seorang pun yang berharap pasar akan meningkat dalam waktu dekat. Ini menjelaskan...

Ketua Umum HIMKI Abdul Sobur: “Pasar akan mulai membaik”

Gambar
Ketua Umum Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) Abdul Sobur memperkirakan pasar akan membaik di tahun depan. “Pasar ekspor akan bertumbuh 5-8%, sedang pertumbuhan pasar domestik antara 4-6%,” ujarnya dengan penuh optimis. Ia juga mengungkapkan bila pihaknya akan berupaya mempertahankan pasar dengan lima strategi mulai dari market offset hingga upgrade permesinan produksi. Ikuti perbincangannya dengan Redaksi WoodNewsID dalam seri Outlook yang pertama. WoodNewsID: Bagaimana kondisi bisnis industri mebel dan kerajinan berbasis kayu di Indonesia pada tahun ini? Apakah membaik dibanding tahun 2023? Ataukah malahan memburuk? Bisa dinominalkan kah peningkatan atau penurunannya dibanding tahun lalu? Abdul Sobur: Bisnis industri mebel dan kerajinan berbasis kayu untuk tahun ini masih belum wait and see. Order tetap ada namun memang masih jauh dari harapan terutama dari sisi ekspor. Dari catatan, Bank Indonesia dari bulan Januari – Juli 2023 terkoreksi hingga -32% dari p...