Postingan

EUDR: “Very badly written law”.

Gambar
Environmental Policy Director American Hardwood Export Council (AHEC) Rupert Oliver menyebutkan Regulasi Deforestasi Uni Eropa atau European Union Deforestation Regulation (EUDR) merupakan undang-undang yang disusun dan ditulis dengan sangat buruk. “Very badly written law,” ujarnya saat presentasi pada Seminar Understanding EUDR dan American Hardwood, yang diselenggarakan di Hotel Vivere, Garding Serpong, Tangerang. Selanjutnya, ia menilai regulasi Uni Eropa ini akan menjadi hambatan serius bagi bisnis suplai yang legitimate. Sebelumnya, dalam Konvensi AHEC di Chengdu, China, Oliver dengan gambling menyebutkan bila regulasi ini bersifat diskriminatif dan menyasar pada kayu tropis. Ia menyebutkan saat ini masyarakat global berada dalam lingkungan yang berubah cepat dan kian rumit terutama dalam kebijakan-kebijakan kehutanan internasional. Kehadiran EUDR sangat berpotensi menimbulkan kesulitan. Regulasi itu menggolongkan kayu sebagai forest risk commodities dalam mata rantai pasokan, t...

AHEC Class of ’24 in Milan

Gambar
  For the American Hardwood Export Council (AHEC), Milan Design Week has always been a crucial date on the calendar. The April event provides an unparalleled opportunity not only to showcase the design possibilities of sustainable hardwoods, but also to provide a platform for creative collaborations with extraordinary emerging and established talents. At this year’s Salone del Mobile, AHEC shone the spotlight on maple – a valuable yet underused hardwood with a delicate colour and a beautifully fine grain. Two UK studios participating in the Wallpaper* ‘Class of ’24’ exhibition at the Triennale were commissioned to create new work in maple: the artist and architect Giles Tettey Nartey, and Parti, the interdisciplinary studio founded in 2015 by Eleanor Hill and Tom Leahy. “We take immense joy in collaborating with creatives due to the unique opportunities it offers us as an organisation representing both an industry and a precious natural resource. Over the past two decades, we...

Seminar Memahami EUDR dan Kayu Keras Amerika

Gambar
Setelah sekian tahun vakuum dalam berkegiatan di Indonesia, American Hardwood Export Council (AHEC) mengadakan seminar untuk pertama kalinya. Bekerja sama dengan Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) menyelenggarakan Seminar Understanding EUDR and American Hardwood di Grand Ballroom, Hotel Vivere,Gading Serpong, Tangerang, pada 29 April lalu. Dalam sambutan pembukaan, Ketua Umum Asmindo Dedy Rochimat menyebutkan pihaknya mentargetkan penguasaan pasar 1% dari total nilai pasar global yang mencapai USD766 Milyar pada tahun 2024 ini. Nilai pasar ini meningkat dari tahun lalu yang hanya mencapai USD729 Milyar. Tantangan berupa ketidak pastina perekonomian global, geopolitik dan konflik bersenjata yang terus merebak dan perubahan iklim berdampak pada turunnya nilai ekspor produk furnitur Indonesia . di tahun 2023 nilai ekspor furnitur Indonesia anjok sebesar 23%, nilainya hanya mencapai USD2,1 Milyar dibandingkan tahun 2022 yang mampu mencapai USD2,5Milyar. Dedy...

The potential of African Mahagony in NT Australia

Gambar
In the heart of the Northern Territory, an ambitious project has been quietly growing for the last two decades. The African mahogany (Khaya senegalensis) plantations, meticulously nurtured and tended to, are now on the cusp of a significant milestone. As these majestic trees reach maturity, the potential of African mahogany to capture the interest of discerning consumers and industries worldwide is immense. Originally native to the semi-deciduous forests of the northern savannah belt of tropical Africa, from Senegal in the west to Uganda in the east, African mahogany has found a new home in the Northern Territory, where its adaptability and growth potential have been harnessed to create thriving plantations. This endeavour stands as the largest African mahogany plantation in Australia, a testament to the pioneering spirit of African Mahogany Australia (AMA). They have been at the forefront of testing various silviculture regimes, pushing the boundaries of knowledge and innovation i...

Eugenio Hendro: “Identitas dan Cultural Shift”

Gambar
Product Designer Eugenio Hendro menekan sekali pendekatan keIndonesiaan dalam sebuah desain dan produk. ““Di studio kami fokusnya dalah menonjolkan keIndonesiaan dalam setiap produk yang dibuat untuk banyak brand. Itu mulai dari yang ready to sale atau market oriented hingga produk yang collectable seperti ini,” katanya. Ikuti kutipan paparannya di bawah ini. “Kalau lihat Pameran IFEX 2024 saat ini maka terkesan nyaris semua produknya sangat Indonesia banget. Ada yang suka, ada yang tidak suka. Ada yang bosan bahkan dinilai sudah kuno karena menggunakan kayu sebagai material utamanya. Beda dengan pameran di luar yang sangat beragam, tidak didominasi warna coklat kayu. Namun itu lah brand. Disini kita bisa mengukur apakah kehadiran kita tepat atau tidak. Apakah produk kita sama dengan buyer profiles di sebuah pameran. “Dibanding dengan pameran di luar maka pameran di sini berkesan kok begini-begini saja, tapi di kacamata orang luar negeri maka itu something sexy. Dan itu sesuatu yan...

“Pameran itu penting tapi.......”

Gambar
Seberapa penting ikut pameran? Sebagian kecil dari pelaku industri furnitur menyebutkan tidak pernah mengikuti pameran dalam skala apapun karena sudah mendapatkan order online atau langsung dari buyer yang datang langsung padanya. Sebagian lain justru merasa mengikuti pameran itu penting, bahkan ada yang menyebutnya sebagai investasi. "Tidak semua yang dipamerkan dalam keikut sertaan pertama kalinya langsung terjual," ujar Product Designer Eugenio Hendro.  Selanjutnya Hendro menyebutkan pameran itu penting “Pameran menjadi das ar yang selalu harus dilakukan dan pelaku di industri ini haruslah berpameran namun tidak asal”. Ia menyarankan untuk mendatangi dulu sebelum ikut dalam sebuah pameran. “Jadi jangan langsung ikut tanpa mengetahui buyer profilesnya seperti apa, kebutuhan buyer yang mendatangi seperti apa. Tidak semua pameran itu pas untuk semua brand,” jelasnya. Dalam paparan presentasinya, Ia menjelaskan tahapan Industri furnitur di Indonesia berbeda dengan industri ser...

When Two Become One

Gambar
Thermally modified American ash underpins a different approach to a dual lot development in Melbourne. Elsternwick, an affluent suburb just 9kms from Melbourne’s CBD, is known for its tree lined streets and range of architectural styles. It’s in this sought after area that property developer Elad Zohar acquired a large lot on which to build two stunning homes – one for his own growing family. Both owner and architects, ADDARC, were keen not to tread the usual pathway of dual lot developments, common to the Asia Pacific region, which result in houses that are carbon copies of one another. “We wanted to give this development a unique identity” says ADDARC’s Rohan Appel who led the project. “Whilst two homes, we wanted it to read as a singular composition”. A key to achieving this was clever selection and arrangement of materials with elements running across the two properties and extending from external to internal spaces giving a sense of cohesion and flow. “We chose a monochromat...